.quickedit{ display:none; }
Assalamulaikum.wr.wb Selamat datang di blog resmi Majelis Ta'lim Remaja Cinta Sholawat yang di Pimp. As-sayyid Abdul Qodir Bin Al-Imam Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof DR. Abdullah Bin Abdul Qodir Bin Ahmad Bil Faqih Al-Alawy Ra
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

2009/08/12

Kemuliaan Sholawat 0

Oleh : Alhabib Hasan bin Abdurrahman bin Zain Aljufri (Disampaikan dalam majlis pembacaan kitab maulid Simthud Durrar di Sendang Indah - Semarang tanggal 11 Maret 2009)
Mari kita bersyukur kepada Allah Swt karena sudah dikumpulkan oleh Allah Swt di sini. Di tempat ini kita mengingat Allah Swt, mengingat Nabi Muhammad Saw dan mengingat orang-orang yang mencintai Allah Swt dan Rasulullah Muhammad Saw. Semoga di akhirat nanti kita juga dikumpulkan bersama-sama Rasulullah Muhammad Saw. Amin.

Kita bermodalkan mencintai Rasulullah Muhammad Saw. Dikisahkan ketika pada suatu hari rombongan Rasulullah Muhammad Saw sedang berjalan menuju ke suatu tempat dihentikan oleh seseorang sahabat dan beliau bertanya kapan hari kiamat akan tiba. Rasulullah Muhammad Saw balik bertanya kepadanya apakah yang sudah dia siapkan sehingga dia tanya kapan hari kiamat akan tiba? Sahabat tersebut menjawab dia tidak mempersiapkan apa-apa karena dia sadar bahwa ibadahnya hanya sedikit, dia hanya yakin bahwa dia mencintai Allah Swt dan Rasulullah Muhammad Saw. Rasulullah Muhammad Saw menjawab bahwa sahabat itu akan bersama yang dicintainya nanti di hari kiamat.

Sahabat-sahabat yang lain yang bersama Rasulullah Muhammad Saw bahagia sekali mendengar kabar tersebut seakan-akan tidak ada kabar bahagia selain ini, sebab mereka tahu bahwa ibadah mereka tidak mungkin sekhusyuk Rasulullah Muhammad Saw, tidak mungkin seikhlas Rasulullah Muhammad Saw, tidak mungkin sesempurna Rasulullah Muhammad Saw...mereka hanya mencintai Allah Swt dan Rasulullah Muhammad Saw. Mereka bahagia bahwa dikatakan mereka akan bersama yang mereka cintai.

Dikatakan bahwa barang siapa mendatangi suatu tempat dimana tempat itu dibacakan maulid (sejarah Rasulullah Muhammad Saw), maka dia sebenarnya sedang mendatangi ridho Allah Swt. Kenapa? Karena kita datang dengan berniatkan mencintai Rasulullah Muhammad Saw yang mana niat ini akan membawa kita melakukan hal-hal yang cintai oleh Rasulullah Muhammad Saw. Bukankah orang yang mencintai sesuatu akan melakukan hal-hal yang disukai oleh yang kita cintai?

Barang siapa dengan tulus mencintai Rasulullah Muhammad Saw maka Rasulullah Muhammad Saw akan mencintainya. Salah satu bukti kecintaan kita kepada Rasulullah Muhammad Saw adalah dengan bersholawat kepada Rasulullah Muhammad Saw.

Nabi Adam As dahulu kesepian ketika berada di surga, oleh Allah Swt diciptakanlah ibu Hawa. Sudah sifat kita tertarik kepada sesuatu yang indah-indah, begitu juga Nabi Adam As yang tertarik kepada ibu Hawa. Ketika Nabi Adam As bertanya kepada Allah Swt bahwa Nabi Adam As menginginkan ibu Hawa, maka Allah Swt melarang Nabi Adam As mendekati ibu Hawa sebelum memberikan mahar. Lihatlah di surga yang semua keinginan kita tinggal meminta pada Allah Swt langsung dikabulkan saja Nabi Adam As masih disuruh memberikan mahar untuk ibu Hawa! Nabi Adam As bertanya apa maharnya ya Allah? Dijawab oleh Allah Swt bahwa mahar yang harus diberikan adalah sholawat kepada Rasulullah Muhammad Saw. Kemudian Allah Swt menjelaskan kepada Nabi Adam As siapa Rasulullah Muhammad Saw yang di akhirat dikenal dengan nama Ahmad sebenarnya.

Lihat ini bukti bahwa betapa mulianya sholawat kepada Rasulullah Muhammad Saw itu! Sholawat bermanfaat untuk banyak hal dunia dan akhirat. Alhabib Ali bin Muhammad bin Husein Alhabsyi (penulis kitab Simthud Durrar) berkata bahwa ketika beliau sumpek maka beliau membaca sholawat kepada Rasulullah Muhammad Saw.


2009/07/30

Makna Dari Sholawat Nariyah 1

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata: “Shalawat Nariyah cukup populer di banyak kalangan dan ada yang meyakini bahwa orang yang bisa membacanya sebanyak 4444 kali dengan niat menghilangkan kesulitan-kesulitan atau demi menunaikan hajat maka kebutuhannya pasti akan terpenuhi. Ini merupakan persangkaan yang keliru dan tidak ada dalilnya sama sekali. Terlebih lagi apabila anda mengetahui isinya dan menyaksikan adanya kesyirikan secara terang-terangan di dalamnya. Berikut ini adalah bunyi shalawat tersebut:”

اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذي تنحل به العقد وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج وتنال به الرغائب وحسن الخواتيم ويستسقى الغمام بوجهه الكريم وعلى آله وصحبه عدد كل معلوم لك

Allahumma sholli sholaatan kaamilatan Wa sallim salaaman taaman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Alladzi tanhallu bihil ‘uqadu, wa tanfariju bihil kurabu, wa tuqdhaa bihil hawaa’iju Wa tunaalu bihir raghaa’ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghomaamu bi wajhihil kariimi, wa ‘alaa aalihi, wa shahbihi ‘adada kulli ma’luumin laka


Artinya:

“Ya Allah, limpahkanlah pujian yang sempurna dan juga keselamatan sepenuhnya, Kepada pemimpin kami Muhammad, Yang dengan sebab beliau ikatan-ikatan (di dalam hati) menjadi terurai, Berkat beliau berbagai kesulitan menjadi lenyap, Berbagai kebutuhan menjadi terpenuhi, Dan dengan sebab pertolongan beliau pula segala harapan tercapai, Begitu pula akhir hidup yang baik didapatkan, Berbagai gundah gulana akan dimintakan pertolongan dan jalan keluar dengan perantara wajahnya yang mulia, Semoga keselamatan juga tercurah kepada keluarganya, dan semua sahabatnya sebanyak orang yang Engkau ketahui jumlahnya.”

Syaikh berkata:

“Sesungguhnya aqidah tauhid yang diserukan oleh Al-Qur’an Al Karim dan diajarkan kepada kita oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan kepada setiap muslim untuk meyakini bahwa Allah semata yang berkuasa untuk melepaskan ikatan-ikatan di dalam hati, menyingkirkan kesusahan-kesusahan, memenuhi segala macam kebutuhan dan memberikan permintaan orang yang sedang meminta kepada-Nya. Oleh sebab itu seorang muslim tidak boleh berdoa kepada selain Allah demi menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakitnya meskipun yang di serunya adalah malaikat utusan atau Nabi yang dekat (dengan Allah). Al-Qur’an ini telah mengingkari perbuatan berdoa kepada selain Allah baik kepada para rasul ataupun para wali. Allah berfirman yang artinya:

أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

“Bahkan sesembahan yang mereka seru (selain Allah) itu justru mencari kedekatan diri kepada Rabb mereka dengan menempuh ketaatan supaya mereka semakin bertambah dekat kepada-Nya dan mereka pun berharap kepada rahmat-Nya serta merasa takut akan azab-Nya. Sesungguhnya siksa Rabbmu adalah sesuatu yang harus ditakuti.” (QS. Al-Israa’: 57). Para ulama tafsir mengatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang berdoa kepada Isa Al-Masih atau memuja malaikat atau jin-jin yang saleh (sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Katsir).”

Beliau melanjutkan penjelasannya:

“Bagaimana Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa merasa ridha kalau beliau dikatakan sebagai orang yang bisa melepaskan ikatan-ikatan hati dan bisa melenyapkan berbagai kesusahan padahal Al-Qur’an saja telah memerintahkan beliau untuk berkata tentang dirinya:

قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلا ضَرًّا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Katakanlah: Aku tidak berkuasa atas manfaat dan madharat bagi diriku sendiri kecuali sebatas apa yang dikehendaki Allah. Seandainya aku memang mengetahui perkara ghaib maka aku akan memperbanyak kebaikan dan tidak ada keburukan yang akan menimpaku. Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-A’raaf)

Pada suatu saat ada seseorang yag datang menemui Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan: “Atas kehendak Allah dan kehendakmu wahai Rasul”, Maka beliau menghardiknya dengan mengatakan, “Apakah kamu ingin menjadikan aku sebagai sekutu bagi Allah? Katakan: Atas kehendak Allah semata.” Nidd atau sekutu artinya: matsiil wa syariik (yang serupa dan sejawat) (HR. Nasa’i dengan sanad hasan)

Beliau melanjutkan lagi penjelasannya:

“Seandainya kita ganti kata bihi (به) (dengan sebab beliau) dengan bihaa (بها) (dengan sebab shalawat) maka tentulah maknanya akan benar tanpa perlu memberikan batasan bilangan sebagaimana yang disebutkan tadi. Sehingga bacaannya menjadi seperti ini:

اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد التي تحل بها العقد

Allahumma sholli sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Allati tuhillu bihal ‘uqadu (artinya ikatan hati menjadi terlepas karena shalawat)

Hal itu karena membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ibadah yang bisa dijadikan sarana untuk bertawassul memohon dilepaskan dari kesedihan dan kesusahan. Mengapa kita membaca bacaan shalawat bid’ah ini yang hanya berasal dari ucapan makhluk biasa sebagaimana kita dan justru meninggalkan kebiasaan membaca shalawat Ibrahimiyah (yaitu yang biasa kita baca dalam shalat, pent) yang berasal dari ucapan Rasul yang Ma’shum?”

2009/07/15

Sholawat Nariyah 0


Terjemahan : "Ya Allah, semoga Engkau mencurahkan rahmat yang sempurna dan keselamatan yang sempurna atas Nabi Muhammad s.a.w, yang menjadi sebab terlepasnya kerumitan dan hilangnya kesusahan, terpenuhinya segala hajat, dan tercapai segala yang disukai serta husnul-khatimah, dan turunnya hujan dari awan, berkat keagungan dan kemuliaan Nabi Muhammad s.a.w, dan kepada para keluarga dan para sahabatnya pada setiap mata melirik dan jiwa bernafas sejumlah setiap yang Engkau ketahui."Imam Ad-Dainuri berkata, barangsiapa membaca selawat nariyah atau kamilah setiap selesai dari solat 5 waktu sebanyak 11 kali sebagai wirid rutin, maka rezekinya tidak akan terputus dan mengalir terus, serta memperolehi kedudukan yang tinggi.

Berita lain

 

Jama'ah RCS

Pendiri : As-Sayyid Abu Abdillah Bilfaqih

-Habib Ali Bin Agil
-Abdul Basyit
-Ibnul Mubarok
-Zamenk
-Chairulah
-Muhammad Zacky
-Ghodel
-Ivan.Barker
-Joko
-Abdul Syakur
-Hasan
-Soccer
-Luthfi
-Hasan RW
-Deny Alfian
-Bulloh
-Aab
-Ganda
-Enunk

O.G El-Kisa Group Menerima Panggilan Pentas Seperti Acara Resepsi Perkawinan,Sunatan.dll Hubungin Contact Di bawah Ini

Contact Person

Info Panggilan Pentas :

Jabotabek : 0818 0202 4536

Bandung : 0817 200 355

Jawa Timur : 081 8080 27 856

Contact Person (Sayyid Abu Abdillah BLF : 0818 818 215)

make a gif
Tersedia ukuran M,L,XL Untuk info pembelian Hub : Abdul Basyit 081808227010 02196304911 Tersedia ukuran M,L,XL Untuk info pembelian Hub : Abdul Basyit 081808227010 02196304911 Tersedia ukuran M,L,XL Untuk info pembelian Hub : Abdul Basyit 081808227010 02196304911

El-Kisa Group

El-Kisa Group
As-Sayyid Abu Abdillah
O.G El-Kisa Group Menerima Panggilan Pentas Seperti Acara Resepsi Perkawinan,Sunatan.dll Hubungin Contact Person Info Panggilan Pentas : Jabotabek : 0818 0202 4536 Bandung : 0817 200 355 Jawa Timur : 081 8080 27 856 Contact Person (Sayyid Abu Abdillah BLF : 0818 818 215)

Majelis Remaja Cinta Sholawat Copyright © 2009 Template is Designed by Chairulbreaks